Play Work Pray at Rumah TahfidzQu

_dsc0411

English Camp Ramdhan #3

Tawaran manis berupa goresan coklat pekat yang cocok untuk dirawat. Ya, menjadi tutor di kelas Bahasa Inggris Mr. Bob Kampung Inggris Pare yang bekerja sama denga Rumah Tahfidz berbuah keluarga yang harmonis.

Rasa nyaman sudah muncul dari awal bertemu santri kilat di asrama Rumah Tahfidz, Deresan. Makin lengkap bertemu dengan tutor tutor hebat dari berbagai latar belakang. Mulai dari kalangan hits bulu mata indah seperti adik Tsaqib, koordinator cantik yang insyaAllah berjodoh dengan Hafidz, Nes yang menghilang karena sayang duit, Vina yang ngehits tapi banyak haters karena banyak gossip, mas Ferdy yang sibuk dengan UAS jadi harus mobat mabit, Emma yang tiba-tiba diem tapi sebenernya suka tomat wkwkwkwk

Sungguh, enam hari bersama kalian itu sesuatu banget. Merasakan indahnya perjuangan ditengah-tengah barakah bulan Ramadhan, relakan ngaji dengan pak Kyai untuk bertemu kalian. Kayuhan sepeda di buru waktu adzan yang harus ku kejar. Hari demi hari mengajar dan evaluasi, semakin hari semakin kita polesi dengan perubahan yang lebih baik. Mulai dari tertukarnya jadwal, kelasku yang kupulangkan karena blank tak ada lagi ide dadakan, sampe kontrol waktu yang masih perlu ada perbaikan.

Semua harus sadari kekurangan, agar kelak murid bisa dapatkan ilmu yang optimal. Terlebih kepercayaan orang tua yang sudah titipkan anak mereka ke pangkuan pengajar. Sungguh, luar biasa kita niatkan bukan hanya untuk masa sekarang, tapi keberlanjutan ilmu yang mereka akan dapatkan.

Banyak murid-murid yang mengesankan. Dari yang suka berjoget honey-shake ala Kiky, Fadhl yang nerocoh karena sumpek lihat anak-anak jail, Alfian yang prospektif jadi pemimpin, Bila yang polos dan ngga mau diem, ah dan masih banyak lagi anak-anak kece yang siap terjun di peradaban zaman.

Intinya, berkesan berkesan berkesan. Seperti yang kutulis saat kuingat pasti wajah-wajah kalian, “Alhamdulillah, ada kesempatan dapat keluarga baru di Deresan, waktu 6 hari yang indah tuk dikenang, tak cukup hanya mengajar, tapi tentang masa depan, bersama Islam dan Iman. Maaf atas segala kekhilafan dalam balutan canda dan ungkapan spontan semua untuk mencairkan agar suasana terasa menyenangkan.”

 

Yogyakarta, 25 Juni 2016 ~ 20 Ramadhan 1437