Janjane Kepriye sih Cah Sastra Iku

“Cah sastra ki waton mlaku, ngalir.” 

“Orang yang IPK nya 4 itu bukan orang sastra,”

“Spaneng banget, cah sastra ki nyante, sik penting utekke,”

Begitulah, akhir-khir ini pikiranku bergelantung ke ayang-ayang apa maksud sebenarnya perkataaan itu. 

Aku yang seperti ini, bukan mbak-mbak yang rapih banget tatanan lemarinya dan lipatan bajunya. Bukan yang rajin banget dan tertata jadwal hariannya. Dan sekalipun iya, itu tidak bertahan lama. Juga bukan mbak-mbak yang rajin banget ngerjain tugasnya, tapi dengan menunda, kekuatan ide baru tergambar jelas di bayangan, kemudian tangan yang seketika mengetik tepat beberapa jam sebelum harus dikumpulkan.

Apakah itu gambaran cah sastra? Jawaban saya tidak. Hati saya tidak tenang menghadapi itu semua. Waktu yang cepat berjalan karena harus satu persatu tugas ditunaikam membuat otak sedikit cepat memanas di malam hari. Alhasil harusnya lembur tapi tidur karena tak kuat mengemban beban pikiran. 

Ataukah kurang aware terhadap suatu persoalan membuat luka-luka kekecewaan saat gagal kian melebar. Tak pikir kok ya demikian. Kurang perhatian. Merasa sibuk tapi memang sibuk. Tak pikir semua yo sibuk nek pingin gak dadi pengangguran. Tapi sibuknya yang jadi perhatian. Sibuknya belum tepat sasaran.

Itu, ada teman yang sanggup meluangkan waktunya pacaran. Tak tanya, mbak pernah ngga sih mikir hidup mbak untuk apa? Jawabannya tidak memuaskan. Tapi mbaknya rajin, cantik, santai, dan tenang. Ada lagi ibu-ibu yang Subhanallah profesional dalam pekerjaan, mudah menarik perhatian, mampu mencairkan ketegangan, mungkinkah dia selo sehingga bisa mengakomodir semua kalangan?

Jawabanku tidak. Belio banyak kerjaan. Harus bagi tugas rumah dan kantor. Tapi pembawaan, yang tetap tenang dan fokus bisa membawanya terlihat baik-baik saja. 

Bukan berarti sibukku ini lebih baik dari yg tidak sibuk. Tetapi apa faedah yang bisa diambil. Orang tidak sibuk tapi banyak belajar kehidupam juga banyak. Orang sibuk tapi makin liar dan ngga karuan juga banyak. Dan orang sibuk tapi tahu betul kesibukannya akan membawa perbaikan juga banyak. Tinggal pilih. Mana jalan yang baek. Yang bisa jadi tuntunan. Kata beliao sang guru, orang berilmu ya belajar. 

Akhir kata, cah sastra opo ora, sik penting reti opo iku sek mbuk lakoni. Nek gak ngerti, sekirane apik yo tetep dilakoni. Gur bab style. Gaya. Kakean gaya apik. Nek pancen gayamu iku yo rapopo. Ora kudu podo.

Ora perlu mandang wong liyo. Ngetiyo awakmu dewe. Wis reti awakmu rung? Karepe piye? Senenge piye? Pingin kaya piye uripe?

Kampus Humaniora

15 Nov 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s