Catatan Pengajar BIPA – 06/09/2017

Kali ini, saya akan memperkenalkan kalian dengan murid saya, bernama Luca L. Bacanya ‘Luka’ ya, yang sering dipakai di bahasa Indonesia untuk menerangkat keadaan sakit. Dia adalah mahasiswa Jerman yang akan satu tahun belajar di fakultas filsafat, Universitas Gadjah Mada (UGM). Secara kemampuan, dia termasuk false beginner, yang sudah tahu sedikit bahasa Indonesia, baik kata dan ekspresi. Yang menarik dari kelas dia adalah, ditunjukknya saya menjadi ketua kelas, yang mana itu pertama kalinya saya menjadi orang yang paling bertanggung jawab atas kursus seorang murid.

buku

Buku BIPA

Awalnya, saya sedikit bingung, apa yang seharusnya saya lakukan sebagai ketua kelas. Setelah mendapat masukan dari guru-guru, sedikit ada bayangan bagaimana mengarahkan kelas agar murid mendapat tujuan belajarnya. Apalagi, kenyataan bahwa kemampuan dia sudah sampai di B1 dan sudah waktunya mengenal tata bahasa di bahasa Indonesia. Selain, saya biasanya mengikuti jadwal dan konsultasi dengan guru lain saja, yang pasti, menjadi ketua kelas, punya rasa yang berbeda ketimbang hanya menjadi tim guru. Pun menjadi tim guru, tidak semudah untuk sekedar mengajar, tapi perlu mengikuti kemajuan murid dan persiakan materi.

Akan tetapi, kebiasaan untuk tidak menyiapkan kelas secara rinci sering saya lakukan. Hasilnya, saya sering gelagapan menit-menit terkahir sebelum mengajar. Sehingga, banyak sekali hal-hal yang mengejutkan dan memalukan terjadi di kelas. Tentu akibat kurang persiapan.

Hari ini, saya mengajarnya dengan baik, saya pikir demikian. Saya menyadari, bahwa mengajar bahasa Indonesia sangat memerlukan pengetahuan dalam banyak topik. Kemampuan mengobrol juga sangat penting agar murid bisa menikmati alur pembicara untuk memahami arti kata-kata baru dan arti konteks suatu kata atau frasa. Dengan banyak merasakan bahasa Indonesia dari segi arti dan konteks, mengajar bahasa Indonesia terasa lebih mudah. Ditambah banyaknya referensi cerita, informasi dan pengalaman, serta pemahaman budaya Indonesia, akan sangat membantu kegiatan-kegiatan yang ada di kelas.

Seperti di kelas tadi, saya menceritakan tentang pernikahan, topik yang sering sya bicarakan denga teman-teman saya di kamar, juga tentang liburan saya di salah satu wisata air di Jogja, dan kegiatan pengabdian organinsasi saya di desa Duwet, Kulon Progo. Itu menjadi pengetahuan baru buat dia, di samping juga mengenal dan memahami kosa kata baru yang saya sering lontarkan.

Meminjam kata-kata saat mengikuti simposium BIPA,

Punya tujuan capaian belajar yang jelas, namun luwes dalam pendekatan.

Tujuan belajar Luca, cukup jelas, untuk membantunya memahami percakapan di bahasa Indonesia dan mengenal budaya Indonesia. Dengan pendekatan obrolan tentang kebiasaan dan fakta-fakta yang di Indonesia, saya pikir cukup mewakili tugas guru BIPA.

 

Suatu siang sesuai mengajar,

6 September 2017

Yogyakarta

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s