Tujuh Prinsip Wujudkan Kota Impian

Jogja yang sekarang, berbeda dengan Jogja sepuluh tahun yang lalu. Perbedaan yang mencolok adalah kondisi jalanan yang ada di kota. Dulu, tidak banyak kendaraan mobil dan motor yang menyebabkan macet. Sekarang, mudah sekali kita menemui kendaraan motor dan mobil yang memenuhi jalanan. Biasanya, ramai-ramainya jalanan jam-jam pagi dan sore saat orang-orang berangkat dan pulang dari pekerjaannya. Juga toko-toko yang semakin banyak, hotel, apartemen, dan mal yang mulai bermegah-megahan berdiri memadati kota Sleman dan Yogyakarta.

Bagaimana Jogja 10 tahun lagi? Akankan akan semakin padat dengan pembagunan infrastruktur yang besar-besaran? Ataukah berubah menjadi kota yang benar-benar nyaman ditinggali orang-orang? Tentu pertanyaan itu bisa kita ramal dengan mengamati kondisi Jogja saat ini dan bagaimana orang-orang memperlakukan Jogja. Tentang perilaku orang-orang, bukan salah perusahaan minyak menyediakan bahan bakar, bukan salah perusahaan asing pula menjadikan Indonesia pelangggan setia penjualan kendaraan, tapi perilaku dan cara orang-orang menjalani hidupnya, yang itu menimbulkan masalah bagi mereka sendiri.

“Fundamentally, the way we shape cities is a manifestation of the kinds of humanity we bring to bear,” Peter Calthorpe

Dalam pidatonya di TEDx, beliau memberi contoh negara bagian California, Amerika Serikat, yang menjadi urban sprawl. Juga China, yang 20% GDP nya dihabiskan untuk membiayai kesehatan masyarakatnya yang terkena asap dan kabut akibat polusi. Mengapa tidak menghentikan polusi saja daripada menghabiskan dana untuk mengatasi dampak polusi yang merugikan masyarakat?Screenshot_2017-09-04-11-27-12

Dengan memimpikan kota yang penuh dengan pejalan kaki, pesepeda, tegur sapa, dan lahan hijau yang cukup, bagaimana cara merubah urban sprawl menjadi kota impian? Ada 7 prinsip yang sedang diterapkan oleh pemerintah China:, yang juga menjadi prinsip umum:
1.Preserve
Dengan menjaga kondisi alam, lahan terbuka hijau, agrukultur, dan situs hijau lainnya.
2.Mix
Memadukan masyarakat dan penghasilannya merawat lingkungan yang mereka tinggali.
3.Walk
Semua orang akan suka jalan kaki, kalau tempatnya sejuk dan hijau. Di mal saja jalan kaki kan?
4.Bike
Ini akan membentuk banyak interaksi dan komunitas pesepeda. Bahkan, pemerintah China menerapkan peraturan untuk menjaga jarak 6 meter dari jalur pesepeda
5.Connect
Membuka kesempatan untuk berinteraksi dengan lebih banyak oran yang tidak terhalangi oleh tembok dan blok besar.
6.Ride
Menggunakan kendaran umum untuk mengurangi jumlah kendaraan di jalan.
7.Focus
Harus bisafokus menjalankan prinsip-prinsip ini.

Kenapa 100% jalan hanya untuk kendaraan bermotor? Kenapa tidak 70% untuk pejalan kaki dan pesepeda. Sehingga kota dipenuhi dengan pejalan kaki, pesepeda dan bus umum.

Bagaimana dengan Jogja? Bisa kah?

Screenshot_2017-09-04-10-50-04

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s