Colors of The World -Tokyo-

Tokyo, 8 August 2014

Malam itu terasa berbeda. Saya benar-benar khawatir untuk menghadapi hari esuk. Sebuah perjalanan yang telah lama saya impikan. Mimpi yang sebentar lagi menjadi kenyataan. Betapa dahsyatnya kuasa Allah, memberikan kesempatan yang tidak pernah saya sangka. Melalui The 2th International Meeting for ISTS 2014, saya beserta 2 mahasiswa lainnya berangkat menuju negara dengan indahnya bunga sakura, Jepang.

                                                                   CIMG5059             ***

Persiapan malam sebelumnya ternyata belum cukup bagi saya untuk melakukan sebuah perjalanan panjang. Masih saja ada yang terlupa. Belum menukar uang ke JPY. Mengapa harus menukar uang di Indonesia? Karena ternyata kurs mata uang JPY lebih tinggi daripada menukar uang di Jepang. Kalau di Yogyakarta, Inna Garuda Hotel adalah tempatnya.
Sesampainya di bandara, saya berpikir kalau dua teman saya sudah check in duluan. Padahal saya nggak ngerti check in itu ngapain aja. Bertemu dengan kakak yang meluangkan waktunya untuk mengantar keberangkatanku di bandara, langsung menuju ke dalam dan menayakan check in untuk pesawat Garuda Indonesia. Setelah saya kembali, ternyata mereka belum check in.

Benar-benar pengalaman pertama. Sambil menunggu pesawat take off, saya ditemani Lydia mencari money exchange. Tidak ada uang JPY ternyata. Akhirnya ditukarkan ke USD terlebih dahulu. Alasannya, nilai rupiah di sana terlalu rendah. Jam menujukkan 20.10 kami bergegas menuju pesawat Garuda Indonesia yang akan menuju ke bandara Ngurah Rai, Bali.

Pengalaman pertama naik pesawat sangat mengagumkan. Betapa canggihnya teknologi yang diibuat manusia untuk memudahkan langkah mencari karunia-Nya. Ya, saya ke Jepang bukan untuk liburan. Saya ke negeri rising star untuk melihat warna-warni dunia yang dibuat-Nya. Betapa beragamnya manusia di dunia. Mereka tidak sekedar berkulit sawo matang dengan jilbab yang anggun menutupi seluruh tubuh yang diwajibkan. Bukan juga yang berlogat Jawa dan ramah saat di jalan. Mereka beragam.

Sampainya di bandara Ngurah Rai, saya menaikki bus yang disediakan untuk menuju departure. Ternyata membutuhkan 10 menit perjalanan melewati lorong-lorong yang bisa terlihat proyek pembangunan yang sedang dikerjakan. Alhasil setelah sampai, terkagum-kagum melihat bandara itu. “Ini benar-benar bandara Internasional.” Bukan sekedar bandara, tetapi menyuguhkan berbagai pernak-pernik dan aneka makanan yang dijajakan.

Pukul 00.10, pesawat boieng GA 880 membawa seluruh penumpangnya menuju banda international Narita, Tokyo. Suguhan yang dihidangkan sangat mengenyangkan. Inbetween fuel ada Calzone daging ayam lada hitam. Menu sarapan dengan polos saya memilih western menu, ada Cut fresh fruit, yoghurt, Omelette natural and hash brown potato, Ratatouille, chicken sausage, Croissant, Strawberry jam and butter. Wow, Alhamdulillah. Saya memilih susu sebagai pendamping sarapan istimewa pagi itu.

Ternyata eh ternyata sudah pagi, betapa indahnya lagi saat melihat awan-awan berkumpul dan yang paling istemewa adalah daratan yang bisa dilihat dari jendela. Yup, Jepang. We have arrived at Japan. Smothly landing, it’s really international class. Bergegas berjalan menuju tempat penjemputan. Saya sempatkan untuk masuk ke toilet. Memang kebersihan dan kelengkapan fasilitasnya patut diacungi jempol. Dry, clea, and complete.

Tiba-tiba, an old man came to us “Excuse me, are you students from Gadjah Mada University?” he said. Ternyata beliau adalah panitia yang menjemput kami. Kami pun kemudian naik kereta atau Shinkansen (新幹線) menuju Hotel. Tiket seharga JPY 1030 kami bayarkan. Sempat bingung karena tertulis bahwa transport selama di Jepang ditanggung panitia. Namun, ketulusan bapak itu membantu kami benar-benar terlihat. Membntu mengangkat koper hingga menraktir makan Soba di restoran Asakusa Tokyo. Anehnya, soba yakni semacam mi masih tersisa di piring. Benar-benar mengenyangkan. Istimewanya, di restoran Jepang setiap gelas yang kosong maka pelayan akan mengisinya dengan segera. Jika kosong lagi, okee refill dong. Itu terjadi karena gratis!

Setelah kenyang, kami mulai check in ke hotel. Best Western, adalah hotel yang kami tempati semalam. Subhanallah, fasilitas yang super lengkap. Sore ini, dua teman saya mengajak untuk ke Disney Land. Oh Allah, hati saya bergejolak. Saya berdo’a gimana rencana ini gagal. Bertemu dengan seorang laki-laki tua, beliau dengan tulusnya menanyai masalah kami. Kami pun ditunjukkan arah. Assalamu’alaykum, adalah kalimat perpisahan yang diucapkannya. “Are you Moslem?” “No, I’m not”.
Saya senang bisa membawa Islam di sini. Saya akan berusaha untuk mencari keagungan Allah lainnya di negeri ini. Semangat bisa!
Tokyo, 8 August 2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s