Gebrakan Jogja untuk Bangsa dari Mata Najwa

Jumat siang (25/04) antrian padat nampak di depan auditorium UGM Grha Sabha Pramana. Rangkaian acara Metro TV on Campus (MOC) UGM di mulai dari tanggal 23-25 April 2014. Acara puncaknya adalah Mata Najwa on Stage yang menyita perhatian ribuan orang. Namun hanya tersedia 6000 kuota yang disiapkan oleh panitia. Nyatanya, 13.000 orang berusaha untuk masuk, tapi hanya 8.000 saja yang berhasil memenuhi auditorium UGM. Tema talkshow sore tadi adalah “Dari Jogja untuk Bangsa”.

Muncullah sosok Najwa Shihab dari back stage. Dengan mengenakan blazer biru, beliau siap mengisi acara di kampus biru. Sesekali candaan yang ia lontarkan menampakkan kepribadiannya yang lain di luar layar kaca televisi. “Rudi mana Rudi, rambut saya perlu dicatok lagi ini,”ujarnya. Selanjutnya adalah opening acara bersama 4 mahasiswa Ilmu Komunikasi UGM yang membantu Najwa membacakan script.

Satu per satu narasumber yang telah dinanti oleh audience mulai duduk menempatii panggung. Mulai dari kanan panggung ada Chairul Tanjung (CT), Ridwan Kamil (kang Emil), Anis Rasyid Baswedan, Mahmud MD, dan Sri Sultan Hamengkubuwana X. Mereka adalah tokoh yang memiliki track records dengan peran masing-masing untuk Indonesia.

  1. Chairul Tanjung (CT)

Seorang pengusaha dengan kekayaan 46 Triliyun. Beliau adalah orang terkaya nomor dua di Indonesia menurut riset mentro TV. Namun saat dikonfirmasi langsung oleh Najwa, jawaban beliau mengundang tepuk tangan para penonton. “Saya itu bingung kenapa orang-orang sibuk menghitung kekayaan orang lain, yang terpenting bagi saya adalah bukan seberapa besar kekayaan , tapi seberapa besar  apa yang kita bisa berikan,” jelasnya.

Terkait dengan pencapaiannya selama ini, pak CT berkata bahwa dirinya sekarang adalah akumulasi dari masa lalunya. Beliau yang berasal dari keluarga sederhana, memanfaatkan masa-masa sulitnya agar keluar dari zona tersebut. Berniaga mulai SD hingga menjadi tukang jilid saat kuliah. “Saya lebih suka menjual daripada mengonsumsi,”ujarnya. Megenai prestasinya saat menjadi mahasiswa kedokteran gigi UI ada 3 hal yang beliau sebutkan, yakni menjadi pegusaha, mahasiswa teladan nasional dan ketua dema fakultas.

Pertanyaan yang dilontarkan Najwa keterkaitan dengan ketidakikutsertaanya sebgai elit nomor satu di Indonesia, cukup dijawab dengan kalimat “Alhamdulillah saya sudah cukup jadi pengusaha”. Menurutnya, kekuasaan dibagi menjadi 3 bidang yakni pada bidang politik, ekonomi dan ilmu. Posisisnya sekarang berada di bidang ekonomi, yang beliau tak bisa memilih keduanya atau ketiganya.

Dulu superhero menurut beliau adalah Superman. Namun lamba laun karena ingin melihat superheronya berjalan, maka berganti pada Batman. Seiring perkembangan teknologi, Aeronman yang menjadi superheronya. Artinya, Indonesia butuh pemimpin dengan konsep yang masuk akal bagi Indonesia.

  1. Ridwan Kamil

Walikota Bandung siang itu nampak berbeda dari yang lain, karena ia mengenakan slayer khas Sunda di kepalanya. Taman Jomblo dan Kampung dan Taman Tematik adalah usaha nyatanya menjadikan Bandung lebih baik. “Manusia terbaik adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain.”

Peran seorang ibu sangatlah penting pada pencapaiannya. “Do’a ibu yang menjadikan saya seperti sekarang, the power of pray” katanya. Ibunya juga merupakan guru politik bagi beliau. “Ibu mejelaskan partai-partai politik mana yang tidak boleh saya ikuti dan boleh saya ikuti” ujarnya. Ibunya tahu betul tentang dunia perpolitikan karena memang dulunya beliau adalah aktivis HMI.

Sosok super hero yang pantas untuk memimpin Indonesia adalah Fantastic Four dengan semboyan “bersatu kita teguh bercerai kita runtuh”.

  1. Anis Rasyid Baswedan

Alumni senat UGM ini menyempatkan diri menghadiri undangan di tengah-tengah kesibukannya menghadiri konfrensi dengan partai Demokrat. Sederat aksinya yakni Forum Indonesia Mengajar dan Turun Tangan Indonesia tidak lah asing di telinga kalangan mahasiswa. Menjadi top 100 Public Intellectuals, 1 dari 500 Muslim Berpengaruh, dan menjadi rektor termuda di usia 28 tahun adalah prestasinya.

Beliau sangatlah pandai dalam beujar dan bijak dalam berucap. Senyum hangatnya yang ikhlas membuatnya terlihat elegant dan intellectual. Kata demi kata yang beliau lontarkan begitu menyayat. “Kita boleh lahir di mana saja, tapi impian harus berada di langit,” katanya.

Dalam menjalani hidup, ada beberapa tipe perjalanan yang bisa kita pilih. Apakah perjalanan yang datar, mendaki atau menurun. Dalam perjalanan mendaki, akan  ada puncak-puncak yang baru di depan mata. Pesan ayahndanya yang selalu beliau ingat adalah sebagai berikut :

  1. Jangan terlalu khawatir tentang opini
  2. Jalanilah selagi itu benar
  3. Jaga akhlakmu
  4. Jangan pernah putus shalatmu
  5. Takutlah akan pertanggungjawaban di akhirat kelak

Menurutnya, yang menjadi Indonesia sulit berkembang adalah harapan yang besar pada superhero. Pemimpin harus bisa membawa spirit menggerakkan dan merasa punya persoalan untuk diselesaikan. Kemampuan memimpin yang sesuai untuk Indonesia adalah kepemimpinan melibatkan semua orang.

  1. Mahfud MD

Seorang dosen FH UII Yogyakarta dikenal sebagai sosok yang lugas dan ceplas ceplos dalam berbicara. Calon presiden dari partai PKB ini menceritakan Nabi Sulaiman a.s. saat ditawari tiga hal, harta, istri, dan ilmu. Nabi Sulaiman pun memilih ilmu hingga akhirnya menjadi seorang raja dan orang berlimu serta isteri yang cantik.

Menurutnya, Jogja adalah tempat yang tepat menuntut ilmu. Di setiap sudut kota Jogja adalah tepat berilmu. “Dulu, setiap sore banyak kelompok belajar di titik-titik kota,”uajrnya. Sampai sekarang pun, menurut saya predikat Jogja sebagai kota pelajar masih pantas disandang.

Kriteria Pemimpin secara umum:

  1. Ketegasan pemimpin dalam menegakkan kebenaran dan keadilan
  2. Tak perlu merombak konsep, cukup perbaiki dan mulai beraksi
  1. Sri Sultan Hamengkubuwana X

        Sosok kebanggaan warga Yogyakrta ini baru saja mendarat dari Istana Negara dan menyempatkan diri untuk hadir. Pada tanggal 7 Maret1989, Sri Sultan HB X yang memperoleh gelar Sampeyan Dalem ingkang Sinuhun Kanjeng Sultan Hamengku Buwana Senapati-ing-Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama Khalifatullah ingkang Jumeneng Kaping Sadasa. Menurutnya, sosok ayahanda tak bisa lepas dari pencapaiannya sekarang. Berikut adalah pesan ayah beliau :

  1. Harus melindungi termasuk orang yang tidak menyukai
  2. Tidak melarang aturan negara
  3. Lebih berani mengatakan yang benar dan salah

Pada point c, beliau menjelaskan lebih rinci. Penyebab warga Indonesia sampai sekarang masih belum sejahtera adalah saat beliau diam karena tak setuju dengan pendapat salah satu tokoh elit. Maka, beranilah mengungkapakan pendapat dengan tujuan untuk sebuah perubahan bukan menjatuhkan ataupun mencari kepopuleran.

Menurut beliau Kresna adalah sosok superhero Jawa yang sesuai. “Kresna bisa menempatkan diri sesuai dengan Indonesia yang butuh kearifan tanpa membedakan,” katanya.

Saat sesi tanya jawab, antusiasme penonton sangat terlihat. Namun, hanya ada beberapa orang saja yang berhasil mengjukan pertnyaannya. Saya sendiri pun tidak mendapat kesempatan sore itu. Saya cukup terkesiama dengan pertanyaan dari kak Neo, (mahasiswa Teknik Mesin UGM) menyita tepuk tangan penonton yang memadati GSP. Beliau menanyakan 3 pernyataan kepada tiga tokoh yakni nasib bangsa Indonesia oleh warganya yang tidak nasionalis ataukah apatis kepada Pak Anis, program TV YKS yang berisi saling membully nya para pemain kepada pak CT dan keberlangsungan kota Jogja sebagai kota budaya terhadap para investor pembangunan hotel dan mall kepada Sri Sultan HB X. Sesi terakhir adalah doorprize bagi penonton yang mempunyai tiket dan pengumuman pemenang stand up comedy

Begitulah secara ringkas acara Metro TV on Campus – Mata Najwa on Stage. Semoga bermanfaat dan bisa mengamalkan ilmu yang sudah di dapat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s