A Future Teacher

Bina Satuan (Binsat)

Bina Satuan adalah salah satu kegiatan di Pramuka. Saya sangat tertarik mengikuti kegiatan ini karena memang saya butuh untuk terjun langsung di hadapan umum. Pada kesempatan ini saya terjun ke pelajar Sekolah Dasar. Cita-cita kecil saya adalah menjadi seorang guru. Melihat seorang guru yang dengan sabar membagikan ilmunya dan mengorbankan waktunya untuk mendidik adalah hal yang saya kagumi dari seorang guru.

Di sinilah, di Racana Tribhuanatunggadewi (RTBTD) saat yang tepat untuk saya berbagi ilmu melalui binsat di SD Budi Mulya Dua (BMD). Hari ini tepatnya pukul 13.00 WIB saya harus tiba di SD BMD. Materi sudah diberikan oleh kak Rizki, D dan beberapa mekanismenya pun sudah disampaikan. Namun ada sedikit ketidakjelasan yang masih saya pendam. Saya  hiraukan karena saya akan belajar sebelum mengajar.

Pada saat hari H, tepatnya hari Kamis, 9 Januari 2014, saya baru tiba di rumah pukul 11.50 WIB setelah menepati janji dengan teman  dan saya harus bersiap-siap untuk berangkat ke Sanggar Bhakti (SB). Kak Zaen, CD sudah mengingatkan saya untuk tiba di sb pukul 12.30 WIB. Namun pada kenyataannya, sampai pukul 12.30 saya belum berangkat juga. Saya hanya sempat membaca skimming materi semalam.

Sesampainya di sb, ternyata hanya ada saya Wirda, CD dan kak Zaen, CD yang akan mengisi binsat. “Bagaimana nanti, saya belum tahu banyak tentang pramuka dan sekarang saya meng-handle seluruh barung kelas IV?” gumam saya dalam hati dan sesekali saya utarakan ke kak Zaen di perjalanan. Namun seorang Pramuka adalah sosok yang bisa beradapatasi dengan cepat dalam situasi dan kondisi apapun dan di manapun, sesuai dengan lambang gerakan pramuka bahwa nyiur dapat tumbuh di mana saja.

Saya berusaha yang terbaik walaupun ketakutan tidak bisa saya tutupi. Ketakutan saya adalah keraguan akan kemampuan yang saya miliki sebagai sosok yang baru lahir di pramuka. Saya mengkhawatirkan Racana UGM, pada saat itu saya adalah representasi mereka. Namun itu semua sudah terjadi dan saya harus lebih baik lagi.

Satu hal yang membuat saya harus melanjutkan perjalanan binsat adalah menjadi seorang pendidik itu tidaklah mudah. Hal ini adalah modal masa depan saya. Di saat wanita dipenuhi oleh pekerjaan yang membutuhkan kecepatan dan kecakapan yang mencukupi untuk menjadi sososk inspiratif bagi sekelilingnya terutama putera puterinya.

Yogyakarta, 9 Januari 2014

Advertisements

2 thoughts on “A Future Teacher

  1. cieee yang udah binsat, 😀
    “Saya mengkhawatirkan Racana UGM, pada saat itu saya adalah representasi mereka. Namun itu semua sudah terjadi dan saya harus lebih baik lagi.” T.T terharuuuu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s