Bershalawat di Jogja

 

Tepatnya dua hari lalu temanku bernama Dewi – mahasiswi UNS menanyakan tentang pengajian Habib Syekh di Jogja. Terus terang saya tidak mengetahui hal tersebut. Selama ini saya belum pernah mengikuti acara pengajian bersama seorang Habib Syekh.

“Seperti apa pengajian Habib Syekh ? Apa spesialnya beliau? Mengapa Dewi bisa sampai tertarik untuk datang jauh – jauh dari Solo ?” tanyaku penasaran. Namun pertanyaan tersebut belum saya tanyakan pada seorangpun dan masih tersimpan di benak. Hingga hari Selasa pun tiba dan saya ingat bahwa hari ini adalah pelaksanaan pengajian Habib Syekh yang akan diselenggarakan di Ring Road Utara seperti yang dikatakan Dewi.

Siang ini aku sudah sampai di rumah dan berencana akan berkunjung perspustakaan untuk melaksanakan misiku. Namun melihat baju kotor yang berserakan, aku sempatkan untuk mencuci baju terlebih dahulu. Adzan Ashar pun mulai terdengar, segera aku bersuci untuk me;laksanakan shalat Ashar. Selepas berwudlu aku tidak lantas melaksanakan shalat tetpai membuka beranda facebook (kebiasaan buruk). Dari sekian banyak postingan, aku membaca status dari mas Mukhanif (saya belum mengenal beliau) yang berisi ajakan untuk menghadiri pengajian. Apkah ini yang di maksud Dewi ? Aku baca lebih rinci dan ternyata memang benar, terdapat kesamaan tokoh, tempat dan waktu pelakasanaan. Dari status tersebut terdapat contact person untuk koordinasi pemberangkatan. Sesegera mungkin saya menghubungi mas Adim karena saya tidak mengetahui tempat dan tidak memiliki kendaraan untuk menempuh perjalanan.

Saat tiba di lokasi, saya masih bertanya – tanya tentang Habib Syekh. Apakah tepat saya membolos berlatih menari Saman di Plasa FIB dan lebih memilih mengikuti pengajian ini ? Ah, pasti Allah Swt. telah merencanakan ini semua mengapa sekarang saya berada di tengah – tengah kakak tingkat dari KMNU UGM. Saat akan melaksanakan shalat Isya’, saya melihat kakak pramuka di diksarpram yang wajahnya tidak asing buatku. Ternyata kakak itu adalah mas Adin seorang calon pendega yang telah diceritkan kak Zain saat saya memakirkan sepeda di gelanggang mahasiswa sebelum berangkat.

Saya bersama kakak KMNU lainnya berjalan menuju lokasi pengjian. Ternyata semua berbeda seperti apa yang saya bayangkan. Di area lapangan luas terdapat sebuah panggung dengan beberapa layar LCD di beberapa titik. Di lapangan itulah tempat para pengunjung yang sudah terlihat sangat ramai. Tidak ada alas yang kami bawa sehingga kami pun membeli alas dari salah satu penjual yang bersahut – sahutan menawarkan dagangannya. 

Suasana sangat ramai dan saya heran seperti apa Habib Syekh itu sehingga kehadirannya ditunggu – tunggu oleh banyak orang. Datanglah beliau yang disambut hangat dengan penjagaan yang ketat oleh pihak keamanan. Semua orang menyapa dengan semangat yang membuatku semakin penasaran. Aku pun bertanya pada kak Sasing 2010 (lupa namanya) tentang semua yang ada di benakku. Beliau menjawab bahwa Habib Syekh adalah keturunan langsung Rasulullah dimana terdapat syarat khusus untuk menjaga pertalian darah tersebut. Akan ada hal menarik saat pelaksanaan nanti dan yang pasti adalah berkah dari Allah Swt.

Dari pengajian malam ini, masih banyak hal yang belum saya ketahui sehingga menimbulkan pertanyaan – pertanyaan yang tersimpan. Beberapa orang yang saya amati adalah saat mendengarkan alunan musik, mereka seolah seperti sedang berada di konser dangdut yang tidak terkontrol emosinya. Memang yang dinyayikan adalah shalawat nabi tapi apa bedanya dengan kaum lain yang setiap minggunya memainkan musik berisi pujian terhadap Tuhan mereka. Hal lain adalah banyaknya pemuda yang saat di perjalanan bahkan saat pengajian menghisap rokok seolah rokok adalah hal yang wajib dibawa.   Saya mengetahui bahwa merokok adalah hak asasi individu. Namun tidakkah mereka tahu bahwa dengan perilaku tersebut mereka telah melanggar etiket pergaulan karena merokok di tempat umum dapat mengganggu orang lain. Islam telah mengatur hukum merokok yang memang sebaiknya ditinggalakan karena banyak mudharatnya bahkan info dari acara 3 da’i di ANTV yang saya ketahui adalah dari beberapa musyawarah ditetapkan merokok adalah haram hukumnya.

Pemuda Muslim, dengan memilih menjadi perokok saya melihat ketidaksempurnaan Anda mendapat pendidikan Islam. Hal tersebut seharusnya tidak tercermin pada kalian pemuda Islam sebagai penerus dan pemerjuang ajaran agama Islam. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s