Go Ahead – Vocational School

Image

Liburan panjang seperti saat ini, teman – teman  seangkatan saya merasakan hal yang beraneka beragam. Banyak dari mereka yang sudah diterima di PTN/PTS/PTK dan tidak sabar menjadi mahasiswa.  Ada juga yang masih berupaya mendapatkan kursi di perguruan tinggi. Sebagian dari mereka menunggu SBMPTN tahun depan untuk mendapatkan PTN favorit.

Berbeda dengan saya, walaupun sudah diterima di vokasi UGM masih tersimpan keraguan bahwa saya harus mendapatkan yang lebih dari itu. Saya sadari perjuangan menuju SBMPTN tidak sekeras teman-teman lain yang rela belajar semalam suntuk hingga bolak-balik belajar di bimbel ternama. Saya tidak kedua-duanya. Saya hanya mengharapkan keberuntungan. Itu terjadi karena saya sudah diterima sebagai mahasiswa vokasi di UGM.

Lebih parahnya lagi, H-1 saya masih bingung untuk ikut tes SBMPTN atau tidak. Pasalnya saya merasa tidak pantas untuk ikut. Saya hanya sempat latihan beberapa subjek materi tes. Alhasil galaulah saya ini. Menelpon mbak Ana yang sebenarnya waktu itu mau shalat, saya menceritakan semua hal yang saya permaslahkan. Setelah berbincang-bincang sukup lama, saya memutuskan untuk mengikuti tes SBMPTN 2013. Berbeda dengan teman-teman yang sudah mendiami tempat kos hari itu, saya baru menyiapakan pakaian untuk tes besuk.

Tes hari pertama sangatlah mengesankan. Saya bertemu dengan teman-teman dan tempat yang belum pernah saya temui sebelumnya. Berlokasi di Fakultas Teknik/elektro UNDIP, saya menggunakan jasa taksi dari Terboyo untuk samapi di lokasi tes tepat waktu. Butuh kocek lebih memang, tapi pengalaman tidak bisa dibeli bukan? Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar hingga tes kedua. Orang-orang baik saya temui di sepanjang perjalanan.

Hingga pengumuman hasil SBMPTN 2013 tiba, saya merasa tidak terlalu resah menantinya. Ketika saya me-enter nomor peserta dan tanggal lahir, saya langsung tercengang. Kalimat yang terdiri hanya beberapa kata saja membuatku terdiam. Saya pun harus menerima kenyataan bahwa saya tidak lolos SBMPTN 2013.

Keraguan itu tetap muncul ditambah dengan statement dari Bu Choey. Saya pun berfikir untuk mengikuti tes SPMU Unnes. Namun dengan segala pemikiran ulang, saya membatalkan dan tetap menuju Vokasi UGM.

SUATU hari sepulang saya dari airport dan mampir ke rumahnya Mbak Priska, saya bertemu dengan guru SD yang mengajarku di kelas IV dan V. Obrolan hangat seputar kabar terkini dari kami begitu hangat. Hingga sampai pada kalimat yang sebenarnya sedang saya pikirkan ‘kenapa mengambil vokasi Bahasa Inggris?’. Saya memberi feedback ‘lantas jurusan apa yang harus saya pilih?’ Beliau pun menjawab HI misalnya.

Oh Allah, apakah sebenarnya rencana indah-Mu. Hamba sangat bingung. Setelah saya bertemu dengan beliau, saya merasa saya menemukan solusi terhadap gejolak perasaan selama ini. Namun saya tidak tahu seperti apa kehidupan yang saya akan alami nanti. Semoga langkah dan proses hamba ini berujung dengan pencapaian yang terbaik. Aamiin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s